loading...
Selalu ada akhir membahagiakan dalam sebuah kebaikan yang dilakukan. Jenny, bocah 5 tahun yang tinggal di Filipina, setiap hari selalu menuntun dan mengantar ayahnya bekerja di sebuah perkebunan perkebunan di Southern Leyte, Filipina. Pekerjaan sang ayah yang bernama Nelson Pepe itu adalah seorang pemetik kelapa, ia harus memanjat sedikitnya 60 pohon untuk mendapatkan penghasilan Rp 118 ribu per hari. Dan Jenny memastikan sang ayah sampai di tempat kerjanya, serta pulang dengan selamat.
Jenny berjalan di depan sebagai mata ayahnya dengan membawa tongkat sebagai alat penuntun sang ayah yang berjalan di belakang. Kegiatan Jenny tersebut rupanya direkam oleh seseorang lalu diunggah di media sosial, tak disangka lebih dari 2.5 juta orang menonton video tersebut dan terharu dengan pengabdian Jenny pada sang ayah. Jenny sendiri tak terlalu mengerti akan kekaguman orang-orang terhadapnya, karena ia sangat senang mengantar ayahnya bekerja. Ia juga membawakan makanan serta minuman bagi sang ayah bila kelelahan di perjalanan. Semua itu membuat Jenny bahagia.
Berikut Videonya:
Kepedulian banyak orang akan kemuliaan hati Jenny membuat ayah Jenny mendapat rujukan ke rumah sakit di Manila untuk memeriksakan mata. Ternyata ia mengidap ablasi retina dan retinistis pigmentosa yang berakibat kebutaan. Namun pihak medis tetap mengusahakan pengobatan untuknya. Jenny beserta ayahnya pun akan mendapatkan kehidupan lebih baik dengan lingkungan lebih aman dan nyaman. Kecintaan Jenny terhadap ayahnya mampu mengubah hidup dan masa depan mereka.
Jenny berjalan di depan sebagai mata ayahnya dengan membawa tongkat sebagai alat penuntun sang ayah yang berjalan di belakang. Kegiatan Jenny tersebut rupanya direkam oleh seseorang lalu diunggah di media sosial, tak disangka lebih dari 2.5 juta orang menonton video tersebut dan terharu dengan pengabdian Jenny pada sang ayah. Jenny sendiri tak terlalu mengerti akan kekaguman orang-orang terhadapnya, karena ia sangat senang mengantar ayahnya bekerja. Ia juga membawakan makanan serta minuman bagi sang ayah bila kelelahan di perjalanan. Semua itu membuat Jenny bahagia.
Berikut Videonya:
Kepedulian banyak orang akan kemuliaan hati Jenny membuat ayah Jenny mendapat rujukan ke rumah sakit di Manila untuk memeriksakan mata. Ternyata ia mengidap ablasi retina dan retinistis pigmentosa yang berakibat kebutaan. Namun pihak medis tetap mengusahakan pengobatan untuknya. Jenny beserta ayahnya pun akan mendapatkan kehidupan lebih baik dengan lingkungan lebih aman dan nyaman. Kecintaan Jenny terhadap ayahnya mampu mengubah hidup dan masa depan mereka.
Loading...



