Ternyata Begini Kecanggihan 'Pesawat Hari Kiamat' Milik Amerika Yang Kemarin Sempat Mendarat Dibandara Soekarno Hatta

loading...
Ada pemandangan berbeda di apron Bandara International Soekarno Hatta, Jakarta. Bila biasanya di sana terparkir pesawat komersil penumpang, siang itu terpajang pesawat yang disebut sebagai ‘Pesawat hari kiamat’ E-4B milik pemerintah Amerika Serikat.


Hadirnya burung besi tersebut dikaitkan dengan kunjungan Menteri Pertahan AS, Jim mattis ke Jakarta. Pesawat ini digadang-gadang dirancang sebagai pusat komando AS yang dapat beroperasi dari udara apabila perang nuklir terjadi.

Dilansir New York Post, pesawat ini ditaksir seharganya 250 juta dollar atau setara Rp 3.3 Triliun. Biaya pembuatan yang mahal diikuti dengan biaya pengoperasian sekitar 160 ribu dollar atau setara dengan Rp 2.1 Miliar per jam terbang.

Ada pun teknologi canggih yang tersemat adalah antiserangan elektromagnetik, sistem kendali analog untuk menangkal serangan siber, hingga peralatan khusus yang terhubung dengan armada kapal selam nuklir di bawah laut.

Berbeda dengan Air Force One, ‘pesawat hari kiamat’ merupakan kamar perang yang dioperasikan oleh puluhan analis militer, ahli strategi dan ajudan komunikasi yang akan membimbing presiden sampai hari-hari perang nuklir tiba.

Hingga memasuki akhir era Perang Dingin, ‘pesawat hari kiamat’ selalu siaga di Pangkalan Angkatan Udara Andrews. Pesawat ini siap membawa presiden ke langit hanya dengan waktu 15 menit ketika adanya peringatan.
Loading...
loading...

Yang Sering Dibaca

close
Loading...